• Kamis, 11 Agustus 2022

Barang Bersejarah Palsu yang pernah Dipajang oleh Museum Ternama

- Kamis, 30 Juni 2022 | 16:10 WIB
Fakta Unik Benda Bersejarah Palsu (canva pro)
Fakta Unik Benda Bersejarah Palsu (canva pro)

Beritaria.com - Banyak dari kalangan atas yang rela menggelontorkan jutaan dolar hanya untuk memiliki sebuah benda karena sebab sejarhnya. Benda- benda yang mempunyai angka histori tinggi dapat mempunyai angka jual menggapai jutaan dollar. Oleh sebab itulah, beberapa oknum menggunakan perihal itu buat membuat barang replika untuk memperkaya dirinya sendiri. Tidak tidak sering terdapat barang bersejarah tiruan yang hingga dipamerkan di museum dampak ketidaktahuan pihak pengelola museum. Selanjutnya ini merupakan barang- barang bersejarah tiruan serta buatan seni replika yang sempat serta tengah dipajang oleh museum.

  • Gulungan Laut Mati

Gulungan Laut Mati merupakan nama untuk dokumen ataupun akta tercatat yang ditemui di dekat Laut Mati, Israel. Dokumen itu ditulis dalam bahasa Ibrani serta telah berumur paling tidak 2. 000 tahun. Gulungan Laut Mati ialah fakta asal usul yang berarti dalam analisis agama Yahudi serta Kristen sebab gulungan itu memuat data hal Buku Injil Perjanjian Lama.

 

Beberapa besar kepingan Lilitan Laut Mati saat ini tersimpan di Museum Israel yang terdapat di kota Yerusalem. Sedangkan kepingan yang lain terletak di tangan kolektor serta museum- museum yang terdapat di luar Israel.

 

Museum Injil yang terdapat di Washington DC, Amerika Serikat, pada awal mulanya ialah satu dari demikian banyak museum di luar Israel yang mempunyai kepingan asli Gulungan Laut Mati. Tetapi sebutan itu tidak lagi sah menyusul dikerjakannya penyelidikan terpaut kepingan itu.

 

Pada awal mulanya, Museum Injil mengirimkan kepingan Gulungan Laut Mati ke Jerman untuk dicermati. Dikala hasil riset itu diumumkan pada tahun 2018, kepingan yang berhubungan nyatanya kepingan tiruan. Menyusul keluarnya hasil analisa itu, pihak museum memublikasikan jika kepingan ilegal mulanya tidak akan dipajang lagi di museum.

 

Halaman:

Editor: Hasyim Asy’ari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X